Wednesday, February 21, 2007

DELMAN

“…datut sirpa, kuda kentut kusir nu nampa
sirtut pangpa, kusir hitut panumpang nu nampa
pangtut, belengin, panumpang nuhiytut kabawa angin ..”


Tebak-tebakan itu, sekarang sudah jarang dijadikan sebagi pengisi waktu oleh para orang tua pada anak-anaknya . tebak-tebakan yang menggambarkan betapa ruginya jika menjadi penumpang delman seandainya kuda atau kusirnya kentut. Delman, itulah salah satu nama dari banyak lagi nama yang menjadi sebutan bagi kendaraan angkut tradisional ini. Seperti di Jogjakarta mereka menyebutnya Andong, di Sukabumi disebut dengan nama Nayor, di daerah Sumatera disebut Bendi, di wilayah Priangan disebut Keretek, sedangkan untuk di Kuningan sendiri lebih ngetop dengan sebutan Per.
Tentang keberadaan Per atau delman, ternyata masih banyak yang kita tidak tahu mengenai pernak-perniknya. Dan kendaraan tradisional inipun tidak akan bisa eksis lalu lalang di jalan-jalan Kab. Kuningan jika tidak didukung oleh keberadaan bengkel delman, salah satunya adalah bengkel delman yang berada di Jl. RE. Martadinata yang dikelola oleh Bpk, Suherman.
“seseringnya sih, hanya perbaikan roda delman dan ganti sepatu (ladam kuda), rata-rata seekor kuda membutuhkan 1 stel ladam kuda (4 buah) dalam satu minggu. Cara memasangnya dipaku ke dalam kuku kuda yang tebal”. Untuk satu set karoseri delman yang bagus dan terbuat dari kayu pilihan rata-rata di jual dengan harga rp. 3.000.000.- jadi jika penikmat purbawisesa ingin memiliki satu set delman dengan kuda yang gagah cukup siapkan dana sebesar rp. 6.000.000.- dan anda pun sudah dapat memilikinya.
Lalu dimana kita bisa mendapatkan kuda-kuda yang dikenal dengan nama kuda Kuningan itu, karena di Kuningan sendiri tidak ada tempat peternakan kuda, ternyata Kuda-kuda yang beredar di Kuningan dan menjadi kuda beban itu bisa dibeli di daerah Brebes/Tegal yang mempunyai pasar kuda, dan kuda-kuda tersebut ternyata didatangkan dari daerah Sumbawa propinsi Nusa Tenggara Barat melalui pelabuhan Surabaya.
Tapi penulis sarankan para penikmat Purbawisesa jangan langsung tertarik dan berniat untuk dapat memiliki delman dengan kudanya meski harganya tidak terjangkau, kalau tidak hapal betul cara merawat dan mendidik serta menangani kuda, karena kuda juga sama seperti manusia punya rasa manja ingin disayang, diperhatikan, dan punya rasa takut pada sesuatu. Sebagai contoh; kalau kita melihat kuda yang “rarad” susah dikendalikan ternyata penyebabnya adalah hal yang sepele dan berasal dari rasa takutnya pada sesuatu.
“…araneh memang pak, aya kuda nu sieun ku kantong keresek, sieun ku mobil box, sieun ku gotrok, malihan aya nu sieun ku warna beureum sagala; sapertos kuda abdi ieu, pami nuju jalan teras aya kantong keresek hiber pasti kudana rarad…” belum lagi perawatan extra lainya, seperti memandikan kuda dengan air hangat jika kuda terlihat seperti kena flu, memijat kaki dan badanya, lalu minimal seminggu sekali di kasih ramuan jamu yang terdiri dari kuning telor bebek, pil kita, racikan dari jahe dan daun-daun lainnya yang dianggap memiliki khasiat tersendiri bagi si kuda.
Dan banyaknya delman itu sendiri, tidak terlepas dari keberadaan juragan-juragan delman yang menyewakan delmanya dengan memakai pola bagi hasil secara 50-50 dengan para kusirnya, hitunganya jika dalam sehari pendapatan satu delman rp. 30.000.- maka setelah dipotong beli dedak dan rumput untuk kuda sebesar rp. 8000.- maka sisanya rp. 22.000., di bagi dua antara kusir delman dengan juragannya. Juragan-juragan delman itu bisa kita temui di daerah Winduherang, Sidapurna, Lebak Kardin, Cijoho Landeuh, Cijoho Buana dan Winduhaji.
Meskipun di jalanan kita sering mendengar omelan-omelan dari para supir tentang keberadaan delman di Kuningan, hal itu tidak akan bisa dijadikan sebagai alasan untuk menghapus kendaraan tradisional mascot Kuningan ini, tinggal bagaimana kita bisa menata, mendidik dan mengarahkan para kusir dan juragan delman untuk lebih mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan menjaga kebersihan kota, dari kotoran-kotoran kuda yang masih saja tercecer di jalanan. Sehingga Kuningan ASRI bisa terwujud dan Adipurapun dapat diraih.

2 comments:

Anonymous said...

kadang delman juga bikin dilematis...di iingu ngotoran kota..teu diingu da lambang kuningan...cing atuh kudu kumaha meh enak kadieu kaditu


oz.orgfree.com

Anonymous said...

[b]All of these girls are online now! just click on your favourite to go to their cam![/b]

[url=http://bit.ly/4VhRsV][img]http://www.hourlynetnews.com/mtree/1.jpg[/img][/url] [url=http://bit.ly/4VhRsV][img]http://www.hourlynetnews.com/mtree/2.jpg[/img][/url]
[url=http://bit.ly/4VhRsV][img]http://www.hourlynetnews.com/mtree/3.jpg[/img][/url] [url=http://bit.ly/4VhRsV][img]http://www.hourlynetnews.com/mtree/4.jpg[/img][/url]
[url=http://bit.ly/4VhRsV][img]http://www.hourlynetnews.com/mtree/5.jpg[/img][/url] [url=http://bit.ly/4VhRsV][img]http://www.hourlynetnews.com/mtree/6.jpg[/img][/url]
[url=http://bit.ly/4VhRsV][img]http://www.hourlynetnews.com/mtree/7.jpg[/img][/url] [url=http://bit.ly/4VhRsV][img]http://www.hourlynetnews.com/mtree/8.jpg[/img][/url]
[url=http://bit.ly/4VhRsV][img]http://www.hourlynetnews.com/mtree/9.jpg[/img][/url] [url=http://bit.ly/4VhRsV][img]http://www.hourlynetnews.com/mtree/10.jpg[/img][/url]

this will keep updating with the latest girls!