KORPRI PEDULI LINGKUNGAN
Pada akhir Desember 2006, Bupati Kuningan memperoleh penghargaan sebagai Bupati Peduli Kehutanan Terbaik Pertama Tingkat Nasional di Desa Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Penghargaan tersebut diserahkan pada acara puncak Aksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tingkat Nasional yang dibuka Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh masyarakat Kuningan dalam mengelola hutan, tanah dan air. Pengelolaan sumberdaya alam hutan, tanah dan air di Kuningan memang perlu ditingkatkan sehingga betul-betul memberikan manfaat dan dampak, sosial, ekonomi, dan ekologis yang nyata bagi masyarakat Kuningan. Apalagi kondisi geografis dan topografis sumberdaya alam Kabupaten Kuningan cukup strategis sebagai daerah perlindungan dan sistem penyangga kehidupan bagi daerah sekitarnya.
Sebagai bentuk nyata usaha pelestarian lingkungan tersebut, dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Korpri ke-35 bertempat di Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Korpri menggelar bhakti sosial dengan melaksanakan Gerakan “Korpri Peduli Lingkungan” dalam bentuk penanaman 1000 batang pohon buah-buahan. Pohon yang ditanam antara lain, pohon mangga, durian, bibit pohon langka, dan sebagainya. Dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan seluruh anggota Korpri dan keluarganya bisa menjadi teladan bagi seluruh masyarakat untuk melestarikan dan menanam kembali lahan-lahan kritis yang ada di lingkungan kita masing-masing.
Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda menyampaikan bahwa bencana yang terjadi akhir-akhir ini, salah satunya disebabkan oleh kerusakan hutan dan lahan. Penebangan hutan karena keserakahan dan ketamakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tanpa diikuti penanaman yang mengakibatkan terjadinya banjir, longsor, kekeringan, dan perubahan iklim. Menebang satu pohon hanya memerlukan waktu 20 menit, tetapi untuk mendapatkan satu pohon kita memerlukan waktu tidak kurang dari 20 tahun. Sementara harga yang kita dapatkan berupa dampak akibat kerusakan sumberdaya alam lebih mahal dari nilai kayu atau pohon yang kita tebang. Di sisi lain, laju rehabilitasi hutan dan lahan selalu lebih rendah dan tidak dapat mengimbangi laju kerusakan hutan dan lahan karena keterbatasan kemampuan pemerintah. Oleh karena itu, upaya rehabilitasi hutan dan lahan pada hari ini, merupakan salah satu bentuk implementasi dari kepedulian warga Korpri pada lingkungan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan menghimbau pada para pendaki untuk tidak melakukan pendakian pasca kebakaran hutan yang melanda TNGC. “Saya meragukan jiwa patriotisme para pendaki dalam menjaga dan melestarikan Hutan Gunung Ciremai, jika mereka memaksa untuk melakukan pendakian.” Tandasnya. “Berilah kesempatan kepada alam untuk melakukan pemulihan setelah TNGC mengalami kebakaran yang mengakibatkan kerusakan hutan yang cukup parah”, tegasnya.
Bupati Kuningan juga berharap bahwa pembangunan Kebun Raya Kuningan di Desa Padabeunghar ini, sebagai langkah strategis dalam pola pemanfaatan sumberdaya alam yang lestari dan fungsi. Pembangunan kebun raya dilakukan dengan pendekatan multisektor, dan multidisiplin ilmu, yang bertujuan untuk konservasi dan mampu memberikan manfaat social dan ekonomi, seperti menciptakan lapangan pekerjaan, menyediakan laboratorium alam sebagai sarana penelitian, penunjang pendidikan, dan pariwisata. Untuk itu, upaya dalam rangka percepatan rehabilitasi hutan lahan kritis akan terus ditingkatkan melalui GRLK, GERHAN, Hutan Kota, persemaian bergulir serta Pengantin Peduli Lingkungan. Mudah-mudahan upaya ini akan memperkuat komitmen Kuningan yang telah bertekad menetapkan diri sebagai Kabupaten Konservasi.

2 comments:
heavy duty gmc truck parts mini fridge fan carolina chrysler lake north spring biodiesel and jeep liberty honda kit tire vtx wide
91574.....64986
Post a Comment